Persembahkan Diri Sepenuhnya

Renungan Harian Misioner
Rabu Biasa IV, 02 Februari 2022
Pesta YESUS Dipersembahkan di Bait ALLAH

Mal 3:1-4 atau Ibr 2:14-18; Mzm 24:7.8.9.10; Luk 2:22-40 (panjang) atau Luk 2:22-32 (Singkat)

PESTA KANAK-KANAK YESUS DIPERSEMBAHKAN DI BAIT ALLAH: Setiap anak, khususnya Anak Lelaki, apalagi Yang Sulung, senantiasa dipersembahkan ke Bait Allah. Tindakan itu merupakan ungkapan komitmen Anak Cucu Abraham, untuk mempersembahkan anak kepada Allah, yaitu Yang Menganugerahkan anak-anak.

Mazmur 48:10-11: mengingatkan keluarga Israel akan kesetiaan Allah, yang senantiasa menyelenggarakan hidup dan kesejahteraan Umat-Nya. Anak cucu Daud menjawab-Nya dengan mempersembahkan anak kepada Tuhan.

BACAAN I Mal. 3:1-4: (sebagai ungkapan leluhur Yusuf dan Maria) menjawab Kasih Allah dengan mempersembahkan “Hartanya yang PALING BERHARGA (yaitu anaknya) kepada Allah”, sebagai ungkapan syukur atas kasih setia (chesed) Allah kepada Umat-Nya (3:1-4).

REFLEKSI KITA: Apakah yang sudah kita persembahkan dari harta dan keluarga kita kepada Tuhan?

BACAAN II Ibr 2:14-18: menggambarkan bagaimana Umat Perjanjian Baru melanjutkan Tradisi Suci, berupa “keterbukaan hati untuk mempersembahkan Harta Yang Paling Berharga” kepada Allah. Persembahan itu melampaui tradisi ‘persembahan bakaran’, yang sudah dilewati dengan Persembahan Diri Sang Putera, yang mengosongkan Diri dengan menebus dosa manusia, mempersembahkan Hidup-Nya.

REFLEKSI KITA: Apakah wujud iman kita kepada Sang Putera, yang memberikan seluruh Hidup-Nya sampai wafat di Salib? Apakah kita siap untuk mempersembahkan hidup dan mati kita kepada Allah?

BACAAN INJIL Luk. 2:22-40: Upacara Persembahan Kanak-Kanak Yesus kepada Allah di Bait Suci merupakan “cara Sang Putera mengosongkan Diri menjadi manusia, sampai mengikuti Tradisi Suci Israel dengan dipersembahkan sebagai Bayi”. Upacara itu kena pada Ibu-Nya, dengan nubuat mengenai Dukacita. Yang akan disambut Sang Bunda, yang juga akan harus menyerahkan sukacita kepada Allah. Kita sudah tahu, bahwa Yusuf juga sudah mempersembahkan diri ketika menyambut Maria secara istimewa dalam menjadi ‘Gembala Keluarga Kudus Nasaret’.

REFLEKSI KITA: Sejauh manakah kita mempersiapkan diri untuk menyambut kasih setia Allah, dengan menyediakan hidup kita seutuhnya bagi Allah? Apakah Sakramen Baptis dan Sakramen Krisma serta Sakramen Perkawinan memperlihatkan persembahan diri kita untuk mengambil bagian dalam Bakti kepada Allah?

Pada tanggal 2 Februari banyak Tarekat (dan Imam) dipersembahkan dengan kaul dan tahbisan, mengikuti langkah Sang Putera. Oleh sebab itu, banyak di antara mereka juga memperingati kaul dan tahbisan mereka.

REFLEKSI KITA: Sejauh manakah Hidup Bakti sungguh mempersembahkan hidup sepenuhnya kepada Allah dan Gereja? Marilah kita memohon Roh Kudus, untuk memenuhi hati kita semua dengan Bara Cinta Ilahi dalam mempersilakan Allah menyambut persembahan diri kita.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Para biarawati dan perempuan hidup bakti

Kita berdoa untuk para biarawati dan para perempuan yang menjalani hidup bakti; kita berterima kasih atas misi perutusan dan keberanian mereka; semoga mereka dapat terus menemukan cara untuk menanggapi tantangan zaman ini.

Ujud Gereja Indonesia: Kesinambungan pengolahan sampah plastik

Kita berdoa, semoga upaya-upaya pribadi dan kelompok untuk mengurangi dan mengolah sampah plastik dapat menjadi upaya pemberdayaan masyarakat karena didukung pemerintah dan institusi-institusi sosial.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s