Sejauh Mana Kita Setia pada ALLAH?

Renungan Harian Misioner
Kamis Biasa V, 10 Februari 2022
P. S. Skolastika

1Raj. 11:4-13; Mzm. 106:3-4,35-36,37,40; Mrk. 7:24-30; atau dr Ruybs

KASIH DAN IMAN – Mrk. 7:24-30: Sangat banyak teman yang menjadikan anjing sebagai ‘rekan serumah’, ‘penjaga rumah’, semacam ‘teman hidup atau sahabat’. Itulah yang ada di balik ungkapan wanita, yang disapa Yesus. Anjing “mendapat remah-remah makanan dari tuannya”. Namun, dalam BACAAN I, 1Raja 11-4-13: seorang Raja Israel dilukiskan sebagai membelakangi Allah, yang mencintai dan dicintai Ayahnya, yaitu Daud. Salomon pernah dekat dengan Yahweh, mengikuti teladan Daud; tetapi kemudian menyembah berhala, mengikuti isterinya. Tindakan Allah menghukum Salomon, masih diperlunak, karena bakti Daud dan para leluhurnya, yang setia, sudah meluluhkan Hati Allah. Dalam lukisan itu nampak makna kesetiaan (=chesed) dalam spiritualitas Umat Allah: sebagaimana Allah setia kepada umat-Nya, demikian pula umat diundang untuk setia kepada Allah.

REFLEKSI KITA: Sejauh manakah kita telah suka berdosa dengan menyembah “berhala, seperti harta, kekuasaan, dan jasmani kita”, dan tidak mau “bertobat seperti Raja Daud, yang memang pernah berdosa, tetapi akhirnya bertobat”?

ANTAR BACAAN diambil dari Mazmur 106: mengajak kita untuk menjunjung tinggi kesetiaan kepada Kehendak Allah, dan tidak meninggalkan bakti kepada-Nya. Sekarangpun kita dipanggil untuk setia kepada Allah, walaupun situasi dan kondisi kita tidak selalu cerah dan sejahtera. Refleksikan sikap kita selama masa wabah yang berkepanjangan ini: apakah kita lebih sering mengeluh ataukah mensyukuri keselamatan, yang boleh kita peroleh dari Allah?

BACAAN INJIL – MARKUS 7:24-30: di mana-mana Tuhan Yesus telah memperlihatkan kasih Allah, yang mahasetia. Guru Nasaret ini untuk mengosongkan Diri mendampingi manusia-manusia papa, yang sarat dengan penderitaan,- termasuk sakit maupun maut. Sikap belas kasih itu sangat mencolok dipaparkan Tuhan Yesus: sedemikian, sehingga bahkan ‘orang asing-pun’ terpukau. Perempuan yang diceritakan di sini, bukan hanya ‘terpesona secara perasaan saja’, tetapi merasuk ke dalam jiwanya sehingga ‘mengimani Yesus serta memandang dirinya sebagai murid Kristus’. Ia tidak terpukul oleh kata-kata keras dalam perumpamaan Yesus dalam menyapanya; ia memang mengimani Yesus sampai ke lubuk hatinya yang terdalam. Oleh sebab itu, Yesus menghargai iman itu; bukan sekadar kata-kata dan perumpamaannya tentang anjing, yang dicintai tuannya. Sikap batin itulah yang dihargai Tuhan Yesus: iman yang penuh kesetiaan, tanpa tersinggung oleh kata-kata keras Yesus.

REFLEKSI KITA: Sejauh manakah kita setia kepada Allah; dan tidak mudah tersinggung oleh ‘perlakuan Allah kepada kita, yang kadang kita rasakan keras atau menyakitkan, dengan memberi kita wabah atau hidup papa’? Marilah kita MOHON ROH KUDUS agar dikaruniai iman yang membawa kesetiaan kita kepada Allah, walau situasi dan kondisi kita maupun perlakuan sesama kita sering kali menjepit dan menyakitkan kita.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Para biarawati dan perempuan hidup bakti

Kita berdoa untuk para biarawati dan para perempuan yang menjalani hidup bakti; kita berterima kasih atas misi perutusan dan keberanian mereka; semoga mereka dapat terus menemukan cara untuk menanggapi tantangan zaman ini.

Ujud Gereja Indonesia: Kesinambungan pengolahan sampah plastik

Kita berdoa, semoga upaya-upaya pribadi dan kelompok untuk mengurangi dan mengolah sampah plastik dapat menjadi upaya pemberdayaan masyarakat karena didukung pemerintah dan institusi-institusi sosial.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s