Sesamaku Adalah Tiketku Menuju Pangkuan Abraham

Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan II Prapaskah, 17 Maret 2022
P. S. Patrisius

Yer. 17:5-10; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 16:19-31

Para sahabat misioner yang terkasih, Shalom!

Hari ini, Kamis, 17 Maret 2022 adalah hari ke-16 dari 40 hari Masa Prapaskah kita. Untuk “mengawal & mengarahkan” aksi puasa dan tindakan tobat kita, Yeremia dalam Bacaan Pertama menghadirkan Tuhan sebagai Dia yang menyelidiki batin, dengan tujuan untuk memberi balasan yang setimpal dengan perbuatannya (Yeremia 17:10). Dalam Bacaan Injil, Lukas menghadirkan kasus Lazarus dan orang kaya sebagai sebuah contoh kasus untuk tema renungan kita hari ini, yakni tiket untuk menuju ke pangkuan Abraham.

Kecaman Yeremia plus Penegasan Pemazmur

Melalui “mulut” Nabi Yeremia, Tuhan menyampaikan Firman-Nya, yakni bahwa Dialah yang menyelidiki batin, dengan tujuan untuk memberi balasan yang setimpal dengan perbuatannya (Yeremia 17:10). Oleh karena semua tingkah laku manusia dan tutur katanya semua diketahui oleh Tuhan, maka langkah yang bijaksana adalah “menyukai hukum Tuhan, dan merenungkan-Nya sepanjang hari (Mazmur 1:2).

Kesukaan untuk merenungkan dan melaksanakan Hukum Tuhan serta ‘meletakkan harapan hanya kepada Tuhan’ ini,  akan mengantar manusia kepada kehidupan, yang damai tenatng dan aman. Gambaran untuk orang yang mengandalkan Tuhan ini, adalah bahwa mereka itu “seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang menambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan tidak mengalami datangnya panas terik; seperti pohon yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah” (Yeremia 17:7-8).

Selanjutnya Pemazmur menggambarkan orang-orang yang mengandalkan Tuhan ini, sebagai orang-orang yang berbahagia. Alasan Pemazmur adalah, bahwa “mereka itu tidak berjalan menurut  nasihat orang fasik, mereka tidak berdiri di jalan orang berdosa, tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi  kesukaan mereka ialah Taurat TUHAN, dan mereka merenungkan Taurat itu siang dan malam. Orang-orang itu seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil (Mazmur 1:1-3).

Sebaliknya, “mereka yang menjauh dari Tuhan,” akan mengalami nasib buruk. Mereka termasuk dalam barisan orang-orang terkutuk, yang “… seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asing yang tidak berpenduduk (Yeremia 17:5-6).

Lazarus & orang kaya: sebuah contoh kasus!

Dalam Bacaan Injil, Santo Lukas menampilkan Yesus yang sedang mengajari para murid dan pendengar-Nya dengan kisah tentang Lazarus. Dia ini miskin dan hidupnya susah. Sementara si kaya itu tidak pernah hidup susah. Lazarus selalu ada di dekat orang kaya itu, berbaring di pintu rumahnya, supaya dapat memperoleh sisa makanan dari padanya. Namun kehadiran Lazarus tidak ia perhatikan. Dan ketika kehidupan duniawi kedua tokoh ini berakhir, Lazarus masuk ke pangkuan Abraham sementara si orang kaya ini masuk ke dalam alam maut (Lukas 16:23-26).

Pentingnya Kitab Suci dan Kesaksian Para Nabi sebagai Pedoman Hidup

Kisah Lazarus & orang kaya ini merupakan sebuah contoh kasus tentang tiket masuk ke pangkuan Abraham!  Beberapa pesan berikut ini penting untuk saudara dan saya:

Pertama, bahwa Kitab Suci & Kesaksian Para Nabi ternyata merupakan pedoman hidup yang disediakan Allah bagi keselamatan dan hidup umat-Nya. Siapapun yang mengatur hidup duniawinya berdasarkan Firman Allah dan kesaksian para nabi ini, akan mendapatkan tiket masuk menuju ke pangkuan Abraham!

Kedua, bahwa hidup yang a-sosial dan egosentris, yang tidak peduli terhadap orang lain, telah menyebabkan orang kaya itu kehilangan tiket menuju ke pangkuan Abraham.

Ketiga, bahwa tiket menuju ke pangkuan Abraham itu kemudian muncul, dalam wujud kepedulian terhadap hidup dan keselamatan sesama manusia, namun waktu untuk mewujudkannya sudah tertutup. Kesempatan untuk itu hanya ada semasa kita hidup di dunia ini saja!

Keempat, di dalam diri sesamamu yang menderita kekurangan, yang membutuhkan bantuan dan pertolongan, di dalam diri mereka inilah Tuhan Allah kita menyediakan tiket menuju ke pangkuan Abraham. Dan cara menggunakan tiket itu adalah dengan melakukan tindakan amal-kasih terhadap orang-orang seperti Lazarus di dalam kisah ini. Jadi, jikalau engkau menemukan orang-orang seperti Lazarus itu di sekitar lingkungan hidupmu, janganlah sungkan untuk melakukan tindakan amal-kasih kepada mereka. Sebab melalui orang-orang seperti inilah, Tuhan Allah kita menyediakan tiketmu untuk menuju ke Pangkuan Abraham. Amin!

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Menghadapi tantangan bioetika

Kita berdoa untuk umat Kristiani yang menghadapi tantangan bioetika baru; semoga mereka dapat terus membela martabat segenap umat manusia dengan doa dan tindakan.

Ujud Gereja Indonesia: Pengabdian politik

Kita berdoa, semoga di alam demokrasi ini para elit politik dan pemerintah menggunakan kewenangannya untuk mengabdi dan menata masyarakat dan bukan untuk menguasainya.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s