AKU Akan Memberikan Kelegaan Padamu

Renungan Harian Misioner
Kamis Biasa XV, 14 Juli 2022
P. S. Kamilus dr Lellis

Yes. 26:7-9,12,16-19; Mzm. 102:13-14ab,15,16-18,19-21; Mat. 11:28-30

Bagi kita yang bukan orang Yahudi tentu kesulitan memahami ajaran Yesus dalam Injil hari ini, khususnya yang berbicara tentang ‘Pikullah Kuk’. Jelaslah Injil Matius hari ini dalam konteksnya, ditujukan kepada orang Yahudi, yang tidak perlu lagi diberi penjelasan secara detail apa itu ‘Kuk’. Asumsinya mereka sudah memahaminya dengan baik. Maksud ‘Kuk’ di sini secara metaforis oleh bangsa Israel adalah sebagai ‘beban’ yang menunjuk pada arti harafiah yaitu sebuah kerangka kayu yang dipikulkan kepada binatang lembu dan sebagainya. Dalam makna kiasannya adalah ‘Hukum’ yang harus dipikul, ditaati dan dijalankan. Menurut Rabi Yahudi, sebagaimana dituliskan dalam kitab mereka, Mishnah, Pirkei Avot 3:5, bahwa ternyata Hukum Taurat itu ternyata adalah beban yang berat karena sifatnya lahiriah atau kasat mata, yang mengikat. Bila diuraikan ada 613 perintah yang harus dipikul setiap hari.

Apakah Yesus menentang Kuk Hukum Taurat ini? Yesus sendiri mengatakan, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Mat. 5:17). Kristuslah sesungguhnya yang telah menggenapi tuntutan Hukum Taurat dengan sempurna. Kristus sendiri jugalah yang membawa kesempurnaan Taurat ini dalam Hukum Kasih yang lebih menyejukkan, tidak memberikan beban terlalu berat dan lebih ramah didengar. Hukum Kasih yang dibawa oleh Yesus sebagai kuk yang harus dipikul yang terdiri dari 2 aspek saja yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia.

Yesus mengundang kita untuk belajar memikul kuk yang diberikan oleh-Nya, yaitu menjalani perintah Hukum Kasih yang diwartakan-Nya. Yesus bahkan menegaskan bahwa kuk yang dipasang-Nya adalah enak dan ringan. Yesus bahkan tidak main-main ketika mengatakan bahwa Aku akan memberi kelegaan kepadamu” bila kuk itu dipikul ‘maka hatimu akan mendapat ketenangan’. Bila kita sudah terbiasa dalam ibadah kita untuk mengasih Allah dengan segenap hati dan berbuah dalam kehidupan kita yakni mengasihi sesama kita, tentu segala masalah dan beban hidup lainnya akan terasa lebih ringan. Di sini Yesus tidak hanya mengajari kita memikul beban yang diberikan-Nya kepada kita, tetapi sekaligus Yesus memberikan contoh kepada kita bagaimana mengasihi Allah dengan setia. Dan kasih terhadap Allah itu dibuktikan dengan kasih dan cinta kepada sesama. Dengan menerima kuk yang berikan oleh Yesus, maka kita mau memberikan diri kita dikendalikan oleh-Nya. Meski dikendalikan tetapi terasa begitu nyaman karena didasarkan pada cinta dan kelemahlembutan. Tanpa sadar kita pun akan terus belajar seperti Dia yang lemah lembut dan rendah hati.

(RD. Hendrik Palimbo – Dosen STIKPAR Toraja, Keuskupan Agung Makassar)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Menghargai warisan lansia

Kita berdoa untuk para lansia; pada mereka kita dapat merasakan kembali akar hidup dan warisan berharga; semoga pengalaman dan kebijaksanaan mereka membantu kaum muda untuk menatap masa depan dengan penuh harapan dan tanggung jawab.

Ujud Gereja Indonesia: Kegelisahan anak muda

Kita berdoa semoga Gereja memberikan perhatian khusus kepada anak-anak muda yang depresi, gelisah, putus asa dan kehilangan harapan akan masa depannya karena dampak pandemi selama ini.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s