TUHAN Mengampuni Kita Tanpa Batas

Renungan Harian Misioner
Selasa Biasa XVI, 19 Juli 2022
P. S. Arsenius Agung

Mi. 7:14-15,18-20; Mzm. 85:2-4,5-6,7-8; Mat. 12:46-50

Perikop Injil yang kita renungkan pada hari ini (Matius 12:46-50) merupakan salah satu perikop yang sangat saya sukai. Mengapa? Karena dalam perikop ini Tuhan Yesus menunjukkan kepada kita “cara” untuk menjadi saudara, saudari dan Ibu-Nya, “Siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku dan dialah ibu-Ku.” Saya dan Anda bisa menjadi saudara-saudari Yesus! Bagi saya ini sungguh berita gembira!

Di sini Yesus tidak berbicara tentang saudara sedarah. Ia berbicara tentang saudara-saudari-Nya dalam peran-Nya sebagai Putra Allah, utusan Bapa. Supaya kita bisa menjadi saudara/saudari/ibu-Nya kita mesti melakukan kehendak Bapa-Nya.  Mudah dimengerti tapi tidak mudah dilaksanakan! Kita semua pasti punya niat untuk selalu menghidupi kehendak Allah. Dalam doa pagi kita ungkapkan keinginan kita untuk setia kepada kehendak Allah tapi tak jarang kita jatuh dan jatuh lagi dalam kesalahan/dosa yang sama. Syukurlah bahwa Allah Bapa kita adalah Allah yang Maha Pengampun – Allah Yang Maharahim sebagaimana diyakini Nabi Mika dalam bacaan pertama, “Adakah Allah lain seperti Engkau yang mengampuni dosa-dosa dan memaafkan pelanggaran yang dilakukan oleh sisa-sisa milik-Nya sendiri? Yang tidak murka untuk selama-lamanya, melainkan berkenan pada kasih setia?” (Mikha 7:18). Dengan mengimani bahwa Allah adalah Maharahim, setiap kali kita jatuh dalam dosa, kita datang kepada-Nya untuk mohon ampun kepada-Nya sambil membarui niat kita untuk melaksanakan kehendak-Nya. Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita, dan melemparkan segala dosa kita, ke dalam tubir-tubir laut.” (Mikha 7:19).

Saya sering mendengar keluhan umat yang merasa frustasi karena selalu jatuh dan jatuh dalam dosa yang sama. Kita tidak perlu frustasi. Tuhan Yesus yang meminta kepada para murid-Nya untuk mengampuni sesama mereka tanpa batas, pasti juga mengampuni kita tanpa batas. Yang penting jangan sampai kita menjustifikasi/membenarkan perbuatan salah (dosa) yang kita lakukan. Kita tetap mengakui bahwa dosa adalah tetap dosa, kita berusaha keluar dari dosa itu dengan rahmat Tuhan. Kalau saat ini belum berhasil, kita berharap dengan bantuan Tuhan suatu hari kita bisa berhasil mengatasi kelemahan yang membuat kita jatuh dalam dosa itu dan tidak berbuat dosa lagi. Dengan demikian kita sungguh-sungguh menjadi saudara, saudari dan Ibu Yesus.

(RP. Yakobus Sriyatmoko, SX – Magister Novis Serikat Xaverian di Wisma Xaverian Bintaro, Tangerang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Menghargai warisan lansia

Kita berdoa untuk para lansia; pada mereka kita dapat merasakan kembali akar hidup dan warisan berharga; semoga pengalaman dan kebijaksanaan mereka membantu kaum muda untuk menatap masa depan dengan penuh harapan dan tanggung jawab.

Ujud Gereja Indonesia: Kegelisahan anak muda

Kita berdoa semoga Gereja memberikan perhatian khusus kepada anak-anak muda yang depresi, gelisah, putus asa dan kehilangan harapan akan masa depannya karena dampak pandemi selama ini.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s