Mengubah Salib Penghakiman Menjadi Salib Kemuliaan

Renungan Harian Misioner
Rabu Biasa XXIV, 14 September 2022
Pesta Salib Suci

Bil. 21:4-9; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38; Flp. 2:6-11; Yoh. 3:13-17

Misi: Membangun Perjumpaan dengan Kristus secara terus-menerus, untuk memurnikan percakapan rohani kita tentang Kristus, yang telah rela menghampakan diri untuk mengubah kuasa salib hukuman menjadi Salib Keselamatan.

Sesama saudara-saudari Misioner yang terkasih dalam Kristus. Hari ini Gereja semesta merayakan Pesta Salib Suci, pesta yang menandakan identitas dan kekhasan kita sebagai pengikut Kristus.

Dalam bacaan pertama hari ini, Kitab Bilangan berkisah tentang perjalanan iman bangsa Israel yang diiringi kisah bahagia dan derita. Bangsa Israel harus menemukan kuasa penyembuhan dari ular tembaga yang dibuat dan ditinggikan Musa di tiang.

Pada bacaan kedua, Rasul Paulus menguraikan secara singkat sebuah Kristologi salib, Kristologi pengosongan diri, suatu tindakan kenosis yang ditunjukkan Kristus kepada kaum beriman. Kristus telah menghampakan diri, bahkan menjadi hamba, dihukum mati melalui penyaliban. Namun Allah telah membangkitkan dan meninggikan Dia, serta mengaruniakan nama yang mengatasi segala nama. Allah telah memberikan kepada Kristus kuasa sehingga setiap mahkluk bertekuk lutut di hadapan Kristus.

Sementara Injil Yohanes berkisah tentang percakapan rohani antara Yesus dan Nikodemus yang sangat menguras kemampuan intelektual Nikodemus. Yesus  menegaskan bahwa  Kasih Allah pada-Nya tercurah secara sempurna melalui peristiwa peninggian di kayu salib hukuman. Dan perutusan Kristus oleh Allah untuk mengubah salib hukuman yang menakutkan menjadi Salib Kasih yang menyelamatkan.

Sesama saudara misioner yang terkasih. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk percaya kepada Kristus yang rela mengosongkan diri, menderita, ditinggikan di kayu salib penghakiman agar kita beroleh keselamatan dan hidup kekal. Maka kepercayaan kita akan Kristus sangat tidak terlepas dari kisah salib yang mengerikan namun berujung pada kemenangan, keselamatan dan kemuliaan.

Edukasi dan formasi iman kita tentang Salib Suci berawal dari Kristus yang rela menghampakan diri, menderita, dan wafat disalibkan. Kristus mau menunjukkan bahwa salib bukan gerakan hukuman dan penghakiman yang dikehendaki Allah,  melainkan suatu tindakan pengosongan diri (kenosis) yang berhadapan dengan kelaliman yang mencanangkan hukuman dan penghakiman yang sangat tidak manusiawi dan tidak adil.

Kristus juga mengajarkan kita melalui Kisah salib-Nya bahwa penghakiman dan hukuman yang tidak manusiwi terjadi karena kesombongan dan kelaliman manusia yang telah keluar dari jalan Allah yang mengasihi dan menyelamatkan.

Bagi kita, salib merupakan bukti kemenangan Kristus karena kesediaan-Nya untuk mengosongkan diri.  Kristus, senantiasa mengundang kita untuk merenungkan secara sempurna bahwa Salib-Nya adalah tanda Allah meninggikan setiap orang yang percaya kepada Kristus sebagai Putra Allah. Salib Kristus bukan tanda hukuman melainkan bukti nyata kasih Allah yang tanpa syarat bagi kita yang percaya.

Salib Kristus merupakan tindakan nyata Allah untuk merangkul setiap kita yang percaya. Tangan Kristus Putra-Nya terentang dan terbuka lebar untuk merangkul kita dan meninggikan kita kepada kemuliaan-Nya. Kristus senantiasa merentangkan tangan-Nya, untuk merangkul umat kesayangan-Nya,  yang mau bersandar dan menggantungkan diri pada kemenangan dan kemuliaan-Nya.

Sesama sahabat misioner yang terkasih. Hari ini Kristus mengundang kita untuk datang kepada-Nya, masuk dalam rentangan tangan-Nya, masuk dalam peristiwa salib-Nya dan mengalami pelukan kasih, keselamatan dan kemuliaan Allah yang menyelamatkan dan menyertakan kita dalam kemuliaan Putra-Nya.

Kristus mau menegaskan bahwa salib-Nya adalah kekuatan kasih Allah tanpa syarat untuk menyelamatkan kita dari belenggu hukuman maut. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Penghapusan hukuman mati

Kita berdoa semoga hukuman mati yang melawan martabat manusia, secara resmi dapat dihapus di semua negara.

Ujud Gereja Indonesia: Menghindari ketergantungan pada gawai

Kita berdoa semoga dengan sadar kita semua menghindari ketergantungan pada gawai secara berlebihan.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s