Ditemukan Karena Belas Kasihan TUHAN

Renungan Harian Misioner
Kamis Biasa XXXI, 03 November 2022
P. S. Martinus de Porres

Flp. 3:3-8a; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Luk. 15:1-10

Para pemungut cukai dalam perumpamaan Yesus menunjuk pada orang-orang yang membeli hak dari penguasa Romawi, untuk memungut cukai. Atas hak tersebut, mereka diberi target berapa jumlah pajak yang harus dikumpulkan, namun apabila ada kelebihan setoran yang dikumpulkan, boleh menjadi bagian para pemungut cukai ini secara pribadi. Jadi mereka mempunyai kesempatan besar untuk mengumpulkan kekayaan dengan praktik-praktik pemerasan kepada setiap wajib pajak. Karena perilakunya ini, oleh rakyat kebanyakan, mereka dipandang hina sebagai pemeras, antek penjajah Romawi yang najis, sesat, dan berdosa. Tetapi orang-orang seperti inilah yang justru berhasrat besar untuk datang menemui dan mendengarkan Yesus.

Kaum Farisi adalah sekelompok orang yang menuruti adat istiadat nenek moyang bangsa Yahudi menuruti semua peraturan Taurat Musa dan berusaha sesempurna mungkin mengikuti kewajiban-kewajiban yang ada, bahkan hal-hal yang terkecil sekalipun. Untuk itu mereka memisahkan diri dari kehidupan rakyat jelata yang dianggap berdosa, supaya mereka tidak dinajiskan. Sesuai dengan asal kata Farisi yaitu pharisaios (Ibrani) yang berarti “religius yang terpisah.” Suatu sikap yang berdasar pada Mazmur dan Amsal yang memberi peringatan terhadap bahayanya pergaulan dengan orang ‘jahat.’ Karena menganggap dirinya sudah benar, mereka sulit sekali diajak untuk bertobat.

Pada kisah yang pertama, Yesus mengajak para pendengar-Nya masuk ke dalam situasi hidup yang dialami oleh seorang gembala yang mempunyai seratus ekor domba. Pada masa itu, para gembala menjaga domba-domba di padang rumput yang dibatasi pagar, sehingga membentuk sebuah kandang. Gembala-gembala ini tinggal bersama dengan domba-domba itu dalam kandang, di sekitar pintu atau dinding pagar untuk mengawasi apakah ada pencuri yang melompati pagar. Perumpamaan ini dimaksudkan Yesus untuk menegur orang-orang Farisi yang sebaliknya tidak mempunyai jiwa seorang gembala terhadap umat mereka. Sebaliknya dari menemani umatnya yang berdosa agar bertobat, mereka malahan menjauhkan diri dari orang-orang berdosa. Para gembala biasanya baru menyadari ada satu dombanya yang hilang, ketika menghitung domba-domba yang masuk ke kandang di saat sore atau malam hari. Rasa memiliki dan belas kasih yang begitu besar menyebabkan sang gembala meninggalkan 99 ekor domba lainnya begitu saja di tengah-tengah padang belantara demi mencari seekor domba yang hilang itu. Gembala itu bahkan menggendong domba yang telah ditemukan di atas bahunya, itu karena domba tidak seperti kebanyakan binatang yang lain, yang dapat menemukan sendiri jalan pulang ke kandangnya. Inilah gambaran bahwa manusia yang berdosa, memerlukan belas kasih Tuhan agar dirinya dapat ditemukan dan digendong untuk berbalik dari dosanya. Sukacita ketika menemukan domba yang hilang itu pun menggambarkan bagaimana Allah dan seisi surga bersukacita atas setiap orang berdosa yang bertobat. Apakah orang Farisi akan melakukan hal yang sama kepada umatnya yang berdosa?

Yesus juga mengisahkan perumpamaan berikutnya sebagai pembanding yang sejajar. Dalam kisah kedua ini seorang perempuan diceritakan mempunyai sepuluh dirham, atau kurang lebih sama dengan upah dari sepuluh hari kerja. Nilainya sangat kecil dibandingkan dengan nilai seratus ekor domba kepunyaan gembala tadi. Namun jumlah yang sedikit itu tidak mengurangi upaya yang maksimal dari perempuan ini yang menyalakan lampu serta menyapu lantai dalam kegelapan gubuk sederhana yang hanya berlantai tanah dan hampir tanpa jendela itu untuk menemukan dirhamnya. Dan ketika ditemukannya dirham yang hilang itu, sukacitanya tidak lebih kecil, melainkan sama indahnya dengan perasaan gembala yang menemukan satu dombanya yang hilang. Sukacita inilah yang menggambarkan belas kasih dan sukacita Allah ketika menemukan seorang berdosa yang bertobat.

Dari kedua perumpamaan itu kita seharusnya sadar bahwa selalu ada dosa dan kesesatan di dalam diri kita dan hidup kita. Kabar baiknya adalah, Allah senantiasa mencari para pendosa sampai Dia menemukannya dan bersukacita karena pertobatannya. Kita, orang-orang berdosa dan tersesat, harus menaruh harapan bahwa Tuhan yang berbelas kasih akan menemukan diri kita, agar supaya kita dapat bertobat. Di sini kita mengerti bahwa apa yang dimaksud oleh Paulus sebagai ‘segala sesuatu yang kita miliki sekarang adalah suatu kerugian’. Segala sesuatu itu adalah dosa dan kesesatan yang harus kita lepaskan dan kita anggap sebagai sampah. Tuhan sedang mencari kita karena Dia mengasihi kita dan membenci dosa-dosa kita. Bagi Tuhan, kita adalah harta yang berharga yang harus dicari. Tetapi, apakah kita mau ditemukan oleh-Nya? (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Anak-anak yang menderita

Kita berdoa untuk anak-anak yang menderita, terutama tuna wisma, yatim piatu, dan korban perang; semoga mereka mendapat jaminan untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan merasakan kehangatan kekeluargaan.

Ujud Gereja Indonesia: Mengenang mereka yang meninggal karena Covid-19

Kita berdoa untuk mereka yang meninggal karena Covid 19, semoga Tuhan menganugerahkan belas kasih-Nya pada mereka, dan arwah mereka beristirahat dalam ketentraman kekal.

Amin

Satu respons untuk “Ditemukan Karena Belas Kasihan TUHAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s