TUHAN Ini Aku, Pakailah Aku

Renungan Harian Misioner
Kamis Biasa XXXII, 10 November 2022
P. S. Leo Agung

Flm. 7-20; Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10; Luk. 17:20-25; atau dr RUybs

Sambil mengenangkan Uskup Leo Soekoto, SJ, dapatlah kita merenungkan, bagaimana Paguyuban Umat Beriman merupakan ‘hal penting dalam hidup Santo Leo Agung’. Padahal, pada masa itu, para uskup memperoleh kedudukan tinggi juga dalam masyarakat. Sifat ‘agung’ yang dikaitkan dengan nama Paus ini dimaksudkan agar umat juga mencintai Bunda Gereja. Hal serupa diucapkan oleh Uskup Agung Jakarta, Leo Soekoto, ketika menutup Sinode Pertama KAJ: “Hasil dari Sinode ini bukanlah dokumen dan lembar-lembar kertas yang banyak, tetapi pengalaman beriman, bahwa banyak sekali umat Keuskupan yang semakin berkenalan satu sama lain dan semakin akrab dengan Tuhan”. Itulah pula upaya Santo Leo Agung, ketika situasi Gereja sama sekali tidak tenang di zamannya, di abad ke-5.

Flm. 1:7-20 melukiskan dengan baik, bagaimana Leo Agung di tengah kesibukan yang besar, telah memberikan perhatian mendalam kepada umat sederhana; khususnya berhubungan dengan pewartaan Kabar Gembira dari sisi budi, sisi hati dan sisi aksinya berkunjung. Kita terpesona, bagaimana Paulus yang penuh karya itu dimasukkan penjara. Nah, di dalam penjara, ia sempat membangun ‘komunitas beriman’ yang antara lain menggandeng seseorang, untuk nantinya dipercayakan kepada Filemon, agar dikembangkan lebih lanjut. Bagi kita sekarang, hal itu dapat merupakan suatu undangan, untuk memadukan pelayanan pewartaan Kabar Gembira, DENGAN karya sosial dalam menggandeng orang papa, tersisih dan tersingkir dalam masyarakat kita. Untuk dapat memenuhi undangan Tuhan seperti itu, tidak perlulah kita berbekal banyak modal dan pengetahuan maupun kekuasaan: cukuplah kita membuka hati bagi para saudara-saudari yang membutuhkan. “Tuhan, bimbinglah kami berbakti padaMu”.

Lukas 12:13-21 memaparkan bagaimana Yesus mendorong para murid-Nya untuk melayani Allah, dan bukannya mengumpulkan jasa bagi dirinya sendiri. Sebab, di ujung jalan, kita akan berjumpa dengan Allah, yang sudah mengutus Putra untuk menjadi Sahabat kita dengan spirit Roh Kudus: menyongsong datangnya Keluarga Allah. Oleh sebab itu, marilah kita dengan rendah hati berdoa: “Tuhan, ini saya, silakan mengajar kami untuk diutus dalam Karya-Mu”.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Anak-anak yang menderita

Kita berdoa untuk anak-anak yang menderita, terutama tuna wisma, yatim piatu, dan korban perang; semoga mereka mendapat jaminan untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan merasakan kehangatan kekeluargaan.

Ujud Gereja Indonesia: Mengenang mereka yang meninggal karena Covid-19

Kita berdoa untuk mereka yang meninggal karena Covid 19, semoga Tuhan menganugerahkan belas kasih-Nya pada mereka, dan arwah mereka beristirahat dalam ketentraman kekal.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s