Mengikuti Yohanes Pembaptis dan YESUS – Mengantar Orang Pada ALLAH

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan Adven II, 09 Desember 2022
P. S. Yohanes Didaci Cuauhtlatoatzin (Juan Diego)

Yes. 48:17-19; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Mat. 11:16-19

Para Pembaca RenHar KKI yang terkasih: Shalom! Firman Tuhan pada Hari Jumat Pekan II Adven ini menegaskan tiga hal. Pertama, Tuhan Allah memberikan perintah dan hukum-hukum-Nya kepada manusia (Yesaya 48:17-19). Kedua, apa yang sesungguhnya Tuhan sediakan di balik perintah dan hukum-hukum-Nya yang Dia tawarkan kepada manusia untuk dihayati dalam hidup mereka (Mazmur 1:1-6). Dan ketiga, bagaimana reaksi atau tanggapan orang-orang yang kepadanya perintah dan hukum-hukum Tuhan ini diberikan (Matius 11:16-19)?

Sikap kooperatif manusia sebagai pintu masuk

Di balik perintah dan hukum-hukum Allah yang ditawarkan kepada manuasia itu, tersedia aneka berkat yang istimewa. Inilah hal yang ditawarkan Allah itu: “Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: ‘Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kau tempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku’” (Yesaya 48:17-19).

Pada Yesaya 48:18 itu, kita menemukan keinginan hati Allah, yakni supaya tawaran keselamatan yang Dia berikan itu diterima oleh orang-orang yang mendapatkan tawaran itu, yakni Umat Allah, terutama di zaman Yesus. Bahwa aneka berkat dan kasih-karunia tersedia bagi mereka, jikalau sekiranya mereka menerima perintah dan hukum-hukum Tuhan Allah itu dan melakukannya! Ada sikap kooperatif dari manusia, yang dinantikan oleh Tuhan Allah, terkait dengan tawaran-Nya ini!

Perintah dan Hukum-hukum Allah yang memberi hidup

Sesungguhnya, dari Nubuat Nabi Yesaya, yang kita bacakan dalam Bacaan Pertama, sudah jelas apa yang disediakan Allah. Itulah damai sejahtera,  dan kebahagiaan, serta keturunan dan nama yang tidak ditiadakan dari hadapan Allah (Yesaya 48:18-19).

Pemazmur membahasakan kembali apa yang tersedia dibalik perintah dan hukum-hukum Allah itu jikalau ditaati. Bahwa orang yang mengikuti perintah dan hukum-hukum Tuhan akan seperti, “Seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil” (Mazmur 1:3).

Tanggapan manusia: pengalaman umat Allah di zaman Yesus!

Pengalaman umat Allah di zaman Yesus, menunjukkan bahwa apa yang ditawarkan oleh Allah ini, bahkan tidak dipedulikan oleh umat Israel, sebagai umat pilihan Allah. Yesus menggambarkan tanggapan orang-orang di zaman-Nya itu dengan perumpamaan ini. Bahwa mereka yang adalah alamat tujuan dari pewartaan-Nya, menutup hati dan hidup mereka, dan tidak koopertif menyambut tawaran Allah. “Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya” (Matius 11:16b-19).

Mengikuti Yohanes Pembaptis & Yesus: membawa orang kepada Allah!

Penolakan orang-orang Yahudi, terhadap “cara hidup yang aneh dari Yohanes Pembaptis” dan Yesus yang menjadi “sahabat para pemungut cukai dan orang berdosa,” tidak diterima (Matius 11:18-19). Namun, melalui cara hidup yang aneh dan tidak lazim seperti itu, Yohanes Pembaptis dan Yesus mampu memenangkan hati orang-orang untuk berbalik kepada Allah. Dan inilah yang dikehendaki oleh Allah: tanggapan yang kooperatif terhadap tawaran kasih Allah seperti yang dinubuatkan Nabi Yesaya itulah yang dinantikan Tuhan (Yesaya 48:18-19).

Semoga dengan melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah, kitapun dapat membawa orang kepada Allah, seperti yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis dan Tuhan kita Yesus Kristus. Amin!

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Sukarelawan dari Organisasi yang tidak mencari keuntungan

Kita berdoa semoga organisasi-organisasi yang tidak mencari keuntungan yang berkomitmen pada perkembangan kemanusiaan dapat menemukan orang-orang yang berdedikasi terhadap kesejahteraan masyarakat dan tidak mengenal lelah mencari jalan untuk menjalin kerja sama internasional.

Ujud Gereja Indonesia: Memupuk sikap moderat

Kita berdoa, semoga Gereja membangun dan memupuk sikap moderat dan toleran bagi umatnya sendiri, sambil terus waspada terhadap bahaya fundamentalisme dan radikalisme baik yang ada di luar maupun di dalam Gereja sendiri.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s