Imam Agung Pembawa Anugerah Adopsi Ilahi

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 14 Januari 2023
P. S. Feliks dr Nola

Ibr. 4:12-16; Mzm. 19:8-9,10,15; Mrk. 2:13-17

Pembaca RenHar KKI yang terkasih: Shalom!

Memasuki Hari Terakhir dalam Pekan Pertama Masa Biasa tahun A/I ini, Firman Tuhan memperkenalkan siapa sosok pribadi Yesus Kristus itu bagi kita dan bagi umat manusia, sekaligus mengundang kita semua untuk menyikapi promulgasi diri pribadi Yesus Kristus yang berpadu dalam gelar-Nya sebagai “Imam Agung” itu.

Bukan sembarang Imam Agung!

Penulis Surat kepada Orang Ibrani memperkenalkan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai Imam Agung, bahkan bukan sembarang Imam Agung, karena Yesus Kristus ini adalah “Anak Allah” (Ibrani 4:14).

Selanjutnya, pada Imam Agung yang adalah Anak Allah, dan tentu saja juga adalah Allah ini, ada sejumlah kualitas istimewa seperti, “telah melintasi semua langit,” “telah ikut merasakan kelemahan-kelemahan manusia,” yakni “telah mengalami pencobaan” namun “tidak berdosa alias tidak jatuh ke dalam pencobaan tersebut melainkan mengalahkannya” (Ibrani 4:14-15).

Penginjil Markus menambahkan kualitas pribadi Yesus Kristus sebagai Imam Agung ini, yakni “bersahabat dekat dengan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa”, dan “makan-minum bersama-sama dengan mereka”, suatu hal yang selalu dikritik dan dijauhi oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi (Markus 2:16).

Semua kualitas pribadi Yesus Kristus, Anak Allah yang menjadi Imam Agung kita ini, bermuara kepada tugas-perutusan yang diemban-Nya, yakni sebagai Juruselamat umat manusia. Hal itu ditegaskan Yesus sendiri dengan Firman ini, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainan orang berdosa” (Markus 2:17).

Imam Agung Pembawa Anugerah Adopsi Ilahi!

Penginjil Yohanes membahasakan kembali tugas-perutusan Sang Imam Agung ini, dengan kata-kata yang berbeda namun mengandung makna yang serupa, yakni “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya: orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secra jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah” (Yohanes 1:11-13).

Rekaman Penginjil Yohanes yang muncul dalam kedua ayat Injil tersebut di atas menunjukkan bahwa ada dua sikap yang ada pada manusia, milik kepunyaan-Nya, terhadap maksud kedatangan Imam Agung ini, yakni ada yang percaya dan menerima Dia, namun ada yang tidak percaya dan menolak Dia. Yang menolak Dia tidak mendapatkan apa-apa, tetapi yang menerima Dia dan percaya kepada-Nya menerima anugerah adopsi ilahi, yaitu pengangkatan menjadi anak-anak Allah!

Siapa Para Penerima Anugerah Adopsi Ilahi ?

Rekaman para penginjil menunjukkan siapa saja yang menerima anugerah istimewa: pengangkatan menjadi anak-anak Allah ini? Mereka ini ternyata bukan dari orang-orang Farisi, atau para ahli Taurat, bahkan bukan dari kalangan para imam Yahudi. Kelompok ini lebih mengambil posisi sebagai “musuh atau lawan Yesus,” dan karena itu tidak banyak dari kalangan mereka yang mendapatkan anugerah adopsi ilahi ini!

Mengacu kepada Penginjil Matius, mereka yang lebih dahulu mendapatkan anugerah adopsi ilahi ini ternyata orang-orang berdosa. Inilah yang disampaikan Yesus, Imam Agung dan Juruselamat ini, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu juga tidak percaya kepadanya” (Matius 21:31-32).

Pembaca RenHar KKI yang terkasih: melalui Firman Tuhan hari ini, anugerah adopsi ilahi itu ditawarkan kepada saudara dan saya. Mari kita menyambutnya dengan sukacita sambil membarui cara hidup kita, meninggalkan cara hidup dan tutur-kata serta tingkah-laku kita yang tidak berkenan kepada Sang Imam Agung, Yesus Kristus, Anak Allah ini. Mari kita bertobat dan menerima Sang Imam Agung kita ini dengan kepercayaan dan penyerahan diri, sehingga seperti para pemungut cukai itu, kita pun boleh mendapatkan anugerah adopsi ilahi itu. Amin (RMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal:Para pendidik – Kita berdoa untuk para pendidik, semoga mereka menjadi saksi yang dapat dipercaya, mengajarkan persaudaraan daripada kompetisi dan membantu mereka yang paling muda dan rentan.

Ujud Gereja Indonesia:Optimisme dan harapan – Kita berdoa, semoga tahun baru menjadi saat rahmat, yang mendorong kita untuk optimis, percaya dan berharap, bahwa Roh Tuhan akan menuntun dan membuka mata kita untuk bisa melihat kesempatan, peluang dan jalan keluar dalam pelbagai kesulitan, masalah dan tantangan yang harus kita hadapi.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s