Hanya Bagi TUHAN

Renungan Harian Misioner
Selasa, 17 Januari 2023
P. S. Antonius

Ibr. 6:10-20; Mzm. 111:1-2,4-5,9,10c; Mrk. 2:23-28; atau dr RUybs

Inti sari hidup Antonius, Rahib adalah: hidup HANYA BAGI TUHAN. Pada awal Gereja Perdana, mulai muncullah tanda-tanda, bahwa hidup bersama para murid Kristus, di beberapa daerah, membawa kesejahteraan. Keadaan itu disebabkan oleh ‘semangat hidup bersama’ mereka, yang rukun. Namun, dalam beberapa segi, terjadilah beberapa hal, yang tidak ‘indah’. Sebab ada umat Kristiani, yang lebih mementingkan kesejahteraan daripada bakti kepada Tuhan.

Ibrani 6:10-20 dapat menggambarkan sikap, yang kemudian mendorong Antonius, untuk mengambil langkah yang berlainan daripada para temannya. Ia terdorong, untuk menggarisbawahi kebutuhan menyampaikan bakti kepada Allah; tanpa terlalu menonjolkan kesukaan kepada hal-hal duniawi. Itulah sebabnya Antonius menjauhkan diri dari keramaian, dan pergi ke dekat gurun. Tujuannya memusatkan perhatian kepada bakti kepada Allah. Mungkin Anda mengenal hidup para Rahib? Mereka murid-muridnya. Surat Ibrani mengundang para murid Antonius untuk tidak membiarkan diri tenggelam pada tumpukan kesejahteraan duniawi, melupakan bakti kepada Allah pemberi segala hal tersebut. Mati raga para rahib dan mereka yang sering ikut menghayati hidup mereka, di Rowoseneng, Gedono, dsbnya adalah mengarahkan hidup materiil dan arah batin mereka: bawa hati ke Tuhan.

Markus 2:23-28 mau memperlihatkan, ajaran Yesus, bagaimana praktik hidup rohani dapat mengalami perubahan materiil, walaupun azas dasarnya tetap, yaitu “memberikan bakti kepada Allah”, yaitu maksud Antonius meninggalkan ‘dunia ramai’. Ajaran itu mau mengungkapkan hasrat terdalam kepada Allah dan tidak mau tergoda oleh kesenangan-kesenangan atas dunia. Para guru kerohanian juga merumuskannya dengan ajaran tentang kaul-kaul, yang menjadikan segalanya milik Tuhan dan ada hanya demi kemuliaan Allah kita.

Refleksi kita: sejauh manakah kita mau memusatkan hidup kepada Allah? Sejauh manakah kita kadang kala mau tergoda untuk menyembah harta, kekuasaan dan kenikmatan duniawi?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal:Para pendidik – Kita berdoa untuk para pendidik, semoga mereka menjadi saksi yang dapat dipercaya, mengajarkan persaudaraan daripada kompetisi dan membantu mereka yang paling muda dan rentan.

Ujud Gereja Indonesia:Optimisme dan harapan – Kita berdoa, semoga tahun baru menjadi saat rahmat, yang mendorong kita untuk optimis, percaya dan berharap, bahwa Roh Tuhan akan menuntun dan membuka mata kita untuk bisa melihat kesempatan, peluang dan jalan keluar dalam pelbagai kesulitan, masalah dan tantangan yang harus kita hadapi.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s