Kami Siap Diutus!

08 Februari 2020

Hari ke-2 “Jogja Friendship”

Hari kedua siang hari setelah makan, para remaja diajak berkumpul dalam sesi pendek, men-sharing-kan pengalaman outbond mereka. Kemudian panitia membagikan tema untuk Pentas Seni malam nanti. Setiap kelompok yang ada diminta untuk secara bergantian menampilkan ide dan kreativitas melalui nyanyian, tarian, drama maupun puisi yang disesuaikan dengan tema yang telah diberikan sebelumnya oleh panitia. Kelompok “Sobat Yesus” mendapatkan tema: Pembentukan T-SOM; kelompok “Kerasukan Roh Kudus” mementaskan tema: Persiapan T-SOM; kelompok “Mentari” dengan tema: Perjalanan ke Jogya; kelompok BTS mementaskan tema: Kilas Balik Outbond; kelompok “Rasul Yesus” mementaskan tema: Aku Anak T-SOM; kelompok “Bintang Misioner” mementaskan tema: Persahabatan T-SOM.

Kegiatan sore hari kemudian diisi oleh RP. Petrus Maman Suparman, OSC dengan membawakan topik: Menggali tema T-SOM dalam semangat misi HOSS (Hari Orang Sakit Sedunia). Pada sesi ini Romo mengingatkan semua remaja untuk menghadirkan Bunda Maria saat mengunjungi dan mendoakan orang sakit, agar orang-orang juga mendapatkan mukjizat penyembuhan, baik itu fisik maupun jiwanya. Kehadiran para remaja akan menjadi dukungan yang berarti bagi mereka yang sakit.

DSCN6092

Malam hari sebelum makan malam, diadakan Misa konselebrasi yang dipersiapkan oleh Keuskupan Sintang dan Keuskupan Bogor. Misa ini dipimpin oleh RD. M Nur Widipranoto (Dirnas KKI), bersama RP. Petrus Maman Suparman, OSC (Dirdios KKI Keuskupan Bandung), RD. Yosef Irianto Segu (Dirdios KKI Keuskupan Bogor), RD. Yoseph Nugroho Tri Sumartono (Dirdios KKI Keuskupan Agung Semarang), RD, Junarto Timbang (Dirdios KKI Keuskupan Agung Makassar), RP. Yohanes Sigit Winarno, SCJ (Dirdios KKI Keuskupan Agung Palembang), RD. Patrisius Piki (Dirdios KKI Keuskupan Sintang), RD. Stevanus Devi Christiawan (Imam Keuskupan Surabaya).

Dalam homilinya RD. M Nur Widipranoto mengingatkan visi T-SOM yaitu menjadi remaja Katolik yang: pertama, cerdas secara intelektual, sosial, fisik, emosi dan spiritual; kedua, tangguh berarti memiliki iman yang tidak goyah dan iman Katolik menjadi pilihan pribadi; ketiga, gembira yang merupakan ciri dasar pengikut Kristus/remaja misioner/orang-orang Katolik; keempat, misioner yang berarti siap/bersedia diutus mewartakan sukacita Injil. Hal-hal ini harus sungguh-sungguh dicamkan dalam diri setiap remaja T-SOM dan akarnya adalah iman. Iman itu bagikan benih yang ditabur, bukan sesuatu yang mati melainkan hidup, sehingga perlu untuk disirami, diberi nutrisi supaya dapat tumbuh.

Sebelum misa berakhir Romo meminta para remaja untuk bersama-sama mengucapkan Doa dan Janji T-SOM. Dan setelah itu dari Biro Nasional KKI memberikan tanda ucapan terima kasih kepada para panitia kegiatan “Jogja Friendship” yaitu dari Keuskupan Agung Semarang.

Setelah makan malam, kegiatan dilanjutkan dengan “Pentas Seni”, yang berlangsung dengan sangat meriah, mengundang tawa dan juga tepuk tangan semua yang hadir malam itu, ungkapan kekaguman atas kreativitas, keunikan dan kekompakan setiap kelompok dalam mementaskan ide-ide mereka, meskipun hanya sempat berlatih beberapa jam saja sore itu.

Pada sesi terakhir hari itu, para remaja dan pendamping diminta untuk membuat setengah lingkaran dan saling mendoakan secara bergantian dengan teman yang berada di sebelah mereka. Suasana terasa sangat menyentuh, beberapa anak bahkan terlihat meneteskan air mata dan berpelukan. Setelah selesai, semua bergandengan membentuk lingkaran dan berseru bersama-sama: “T-SOM angkatan kedua, siap diutus!”

Malam itu ditutup dengan api unggun dan menyantap bersama “bebakaran” yang telah disediakan oleh panitia.

09 Februari 2020

Hari Ke-3 “Jogja Friendship”

Esok harinya, sebagian peserta telah meninggalkan lokasi saat pagi-pagi buta. Sebagian lagi masih sempat mengikuti ibadat pagi, sarapan serta bernyanyi bersama. Ada lagu perpisahan yang disenandungkan, ada airmata dan pelukan. Hanya tiga hari saja bertemu, baru saling mengenal, namun suasana keakraban dan kekeluargaan telah mengikat hati para remaja T-SOM. Lambaian tangan menutup perjumpaan “Jogja Friendship” kali ini, namun ada janji dan harapan untuk segera berjumpa kembali dalam kegiatan T-SOM angkatan kedua selanjutnya.


Baca juga:
Remaja Bermisi? “YES!”
Menjalin “Persahabatan” dalam Misi
Remaja T-SOM: “GEMBIRA – CERDAS – TANGGUH – MISIONER”

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s